Rabu, 10 Juni 2026
Beranda / Berita / Nasional / Pemerintah Genjot Distribusi Beras SPHP dan Minyakita untuk Redam Kenaikan Harga

Pemerintah Genjot Distribusi Beras SPHP dan Minyakita untuk Redam Kenaikan Harga

Selasa, 09 Juni 2026 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Pemerintah mempercepat distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng rakyat Minyakita ke pasar-pasar rakyat guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. [Foto: net via wahananews.co]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah mempercepat distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng rakyat Minyakita ke pasar-pasar rakyat guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Langkah tersebut dilakukan seiring besarnya stok cadangan beras pemerintah yang saat ini mencapai 5,3 juta ton.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak ada alasan bagi harga beras maupun minyak goreng untuk mengalami kenaikan. Menurut dia, ketersediaan stok pangan nasional berada pada level yang sangat aman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Ini adalah pertama dalam sejarah stok kita tertinggi, yaitu 5,3 juta ton. Jadi tidak ada alasan harga naik, khususnya beras dan minyak goreng. Apalagi ada minyak goreng Minyakita,” kata Amran, Selasa (9/6/2026).

Amran juga meminta Perum Bulog memperbaiki distribusi beras SPHP dan Minyakita hingga menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Ia menekankan bahwa pemerintah terus berupaya memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Senada dengan itu, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa meminta Bulog memprioritaskan penyaluran beras SPHP dan Minyakita ke pasar rakyat. Menurutnya, pasar tradisional harus menjadi sasaran utama intervensi pemerintah sebelum distribusi diperluas ke saluran lainnya.

“Kalau pasarnya sudah penuh, baru kita pindah ke yang lain. Kalau belum penuh, maka pasar utamakan dulu,” ujar Ketut. Ia mengingatkan bahwa kekosongan pasokan di pasar selama beberapa pekan dapat memicu kenaikan harga dan mengganggu upaya stabilisasi pangan.

Data Bapanas menunjukkan realisasi penjualan beras SPHP sejak Januari hingga awal Juni 2026 telah mencapai 534.800 ton. Sementara itu, distribusi Minyakita oleh Perum Bulog sepanjang 1 Januari hingga 6 Juni 2026 tercatat mencapai 121.400 kiloliter, dengan sebagian besar disalurkan melalui pasar rakyat dan jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).

Bapanas mencatat harga beras medium secara nasional hingga 8 Juni masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) di seluruh zona. 

Selain itu, jumlah kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minyak goreng juga menurun, dari 245 daerah pada pekan keempat Mei menjadi 150 daerah pada pekan pertama Juni. Pemerintah berharap percepatan distribusi beras SPHP dan Minyakita dapat menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan inflasi pangan. [red]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI